//
you're reading...
Uncategorized

Epistemologis Ilmu Pengetahuan (paper)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembahasan tentang strategi mencari ilmu dengan cara yang benar ini dibahas dalam Filsafat Ilmu. Yang mana di dalamnya telah terdapat beberapa pembahasan mengenai ilmu pengetahuan (theory of knowladge) yang membahas tentang syarat-syarat untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang harus diikuti dalam mencari ilmu pengetahuan yang ilmiah. Filsafat ilmu merupakan telaah secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan seperti: Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas dalam bahasan epistemologis.
Secara epistemologis pertanyaan filosofisnya adalah dari mana asal penegetahuan dan bagaimana memperolehnya? Apabila yang dihadapi ilmu, pertanyaannya akan sama. Oleh karena itu pengetahuan merupakan obyek epistemologis. Adapun ciri penting dari epistemologi adalah pengkajiannya terhadap berbagai ide tentang ilmu pengetahuan. Menindak lanjuti hal tersebut, dalam makalah yang sederhana ini akan diuraikan tentang beberapa strategi dan metode yang dapat digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan yang diuraikan sebagaimana rumusan masalah berikut ini.

B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah metode mencari ilmu pengetahuan itu?
Pada bagian ini akan diuraikan berdasarkan definisi, urgensi, dan macam-macamnya.

C. Tujuan
Untuk memberikan uraian tentang metode dalam mencari ilmu pengetahuan berdasarkan definisi, urgensi, dan macam-macamnya.

BAB II
PEMBAHASAN

Metode Mencari Ilmu Pengetahuan
1. Definisi metode mencari ilmu
Secara etimologis kata metode berasal dari bahasa Inggris ‘method’ yang berarti ”cara”. Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia kata ‘metode’ berarti “cara yang telah diatur dan dipikir baik-baik”. Istilah ’metode’ juga berarti ”jalan yang harus dimulai untuk mencapai tujuan”. Metode, menurut Senn, merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Adapun yang dimaksud ’metode’ dalam pembahasan pada makalah ini ialah suatu cara yang sistematis yang dapat digunakan dalam mencari ilmu pengetahuan, yakni ilmu pengetahuan yang logis dan rasional.
2. Urgensi metode dalam mencari ilmu pengetahuan
Salah satu filsuf yang berpandangan bahwa filsafat sebagai usaha mengetahui, ialah Jacques Maritain. Ia mengatakan bahwa “ Filsafat bukanlah suatu ‘Kebijaksanaan’ mengenai tingkah laku atau kehidupan praktek yang berupa perbuatan yang baik. Filsafat ialah suatu kebijaksanaan dan sifatnya pada hakekatnya berupa usaha mengetahui. Bagaimanakah caranya? Mengetahui dalam arti yang paling penuh serta paling tegas, yaitu mengetahui dengan kepastian dan dapat menyatakan mengapa barang sesuatu itu seperti keadaannya dan tidak dapat lain daripada itu, artinya mengetahui berdasarkan sebab-sebabnya. Adapun yang dimaksud usaha untuk mengetahui di sini ialah suatu upaya untuk mengetahui sesuatu dengan sebuah kepastian yang tidak mengandung keraguan di dalamnya.
Usaha untuk mengetahui semacam ini, merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan dalam mencari tahu tentang sesuatu. Jika dengan pokok bahasan pada makalah ini, maka yang dimaksud usaha untuk mengetahui dengan sebuah kepastian ini ialah suatu metode yang benar, yang dapat diterapkan dalam mecari ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat dibuktikan sebagai khasanah keilmuan yang valid (mengandung kebenaran yang tidak diragukan).
Untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang benar, selain diperlukan sebuah strategi yang tepat, juga sangat membutuhkan metode yang tepat pula. Dalam hal ini strategi dan metode yang dipakai harus sesuai dengan obyek ilmu pengetahuaan yang dicari baik berdasarkan sifat maupun jenisnya. Apakah berupa ilmu alam atau berupa ilmu agama?.
Berdasarkan uraian di atas maka pentingnya ‘metode mencari ilmu penegetahuan’ ialah untuk menentukan tata cara yang benar dalam rangka mencari ilmu pengetahuan yang benar-benar valid dan dapat dibuktikan kebenarannya.
3. Metode mencari ilmu pengetahuan
Cara/ usaha yang digunakan dalam mencari ilmu pengetahuan disebut juga metode mencari ilmu pengetahuan. Metode yang dipakai dalam mencari ilmu pengetahuan hendaknya juga merupakan metode yang efektif agar ilmu pengetahuan yang diperoleh benar-benar ilmu pengetahuan yang tidak lagi diragukan kebenarannya. Sebab diusahakan dengan cara yang benar. Adapun kebenaran yang dimaksud ialah kebenaran yang tegas dan pasti. Sebab kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu.
Landasan epistemologis suatu ilmu mejelaskan proses dan prosedur yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan berupa ilmu serta hal-hal yang harus diperhatikan agar diperoleh pengetahuan yang benar, menjelaskan kebenaran serta kriterianya, dan cara yang membantu mendapatkan pengetahuan.Dalam menjelaskan masalah kebenaran pengetahuan, pengetahuan yang benar menurut kajian dalam epitemologis ialah pengetahuan yang telah memenuhi unsur-unsur epistemologis yang dinyatakan secara sistematis dan logis.
Menurut Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani dalam buku Filsafat Umum, mengatakan bahwa ”pengetahuan diperoleh dengan tiga cara, yaitu dari gagasan dalam pikiran atau ide, penagalaman, dan intuisi.
Adapun menurut Yuyun S. Suryasumantri (2001: 50) pada dasarnya ada dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio dan kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. Kaum rasionalais mengembangkan apa yang kita kenal dengan rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman mengembangkan paham yang disebut dengan empirisme.Pendapat ini sejalan dengan epistemologi dalam pemikiran Barat (yang]) bermuara dari dua pangkal padangannya, yaitu rasionalisme dan empirisme yang merupakan pilar utama metode keilmuan (scientific method), dan pada gilirannya kajian epstemologis tersebut dapat membuka perspektif baru dalam ilmu pengetahuan yang multi-dimensional.
Metode memperoleh ilmu dalam konsep Islam tidak hanya terbatas pada yang empiris saja atau rasio saja, tetapi juga menggunakan intuisi atau wahyu.
Berdasarkan uraian di atas, maka terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan, menurut filsuf barat adalah dengan metode Trial and Error metode mencoba-coba). Rasionalisme, Empirisme, Fenomenalisme, Intusionisme, Wahyu, Metode Ilmiah

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang benar, selain diperlukan sebuah strategi yang tepat, juga sangat membutuhkan metode yang tepat pula. Dalam hal ini strategi dan metode yang dipakai harus sesuai dengan obyek ilmu pengetahuaan yang dicari baik berdasarkan sifat maupun jenisnya. Apakah berupa ilmu alam? Atau berupa ilmu agama.
Pentingnya ‘strategi dalam mencari ilmu’ ialah untuk menentukan tata cara yang benar dalam mengunakan metode yang tepat, yang akan dipakai dalam mencari ilmu pengetahuan. Sedangkan urgensi ‘metode mencari ilmu penegetahuan’ ialah untuk menentukan tata cara/ metode yang benar dalam rangka mencari ilmu pengetahuan. Dengan harapan ilmu pengetahuan yang diperoleh benar-benar merupakan ilmu pengetahuan yang valid dan dapat dibuktikan kebenarannya. Strategi yang efektif dan efisien dalam mencari ilmu pengetahuan ialah:
Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi ilmu pegetahuan yang yang akan dicari. Apakah ilmu penegetahuan alam atau ilmu pengetahuan sosisal?
1. Mempertimbangkan dan memilih pendekatan utama yang ampuh untuk mencapai sasaran sesuai dengan spesifikasi ilmu pengetahuan yang hendak dicapai.
2. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tehnik yang akan digunakan sebagai pegangan dalam mencari ilmu pengetahuan yang diharapkan sejak awal sampai akhir.
3. Menetapkan tolok ukur dan ukuran baku sebagai batas minimal yang akan digunakan untuk menilai keberhasilan usaha mencari ilmu pengetahuan yang dilakukan. Metode yang dapat digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan, menurut pemikiran filsuf-filsuf Barat ialah metode trial and error, rasionalisme, empirisame,fenomenalisme, intusionisme, wahyu, dan metode ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA
Suryasumantri, Yuyun S., Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Pustaka Sinar Harapan; Jakarta. 2001.
Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner) editor Fauzan Asy. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008. Cet. III.

Echol,John M dan Hassan Shadily, An English-Indonesian Dictionary. Jakarta: Gramedia cetakan XXIII, 1996.
Hakim, Atang Abdul dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum dari Metologi sampai Teofilosofi. Pustaka Setia: Bandung, 2008.
Kattsoff,Louis O., Pengantar Filsafat, alih bahasa Soeyjono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1987. Cet. II.

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: